Aliran Sesat di Solok Tak Akui Nabi Muhammad, Berhaji Cukup ke Padang Saja

353
Aliran Sesat di Solok

NUSA24.COM – Aliran Sesat di Solok, Pengawasan dan keyakinan agama adalah perhatian khusus di Solok. Bayangkan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Solok mengaku sedang menonton sekelompok diduga kultus sesat di Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, menyatakan hanya percaya pada Nabi Ibrahim, dan mengabaikan kenabian Nabi Muhammad.

Kepala Kejari (jaksa) Donny Setiawan Solok, Solok Kejari Office, Rabu (22/7) kemarin menjelaskan Solok memerintahkan Badan Koordinasi Kejari Pengawas Keyakinan Agama dan Masyarakat (Bakorpakem) terus meningkatkan pengawasan, karena kelompok tersebut telah menyimpang dari ajaran atau keyakinan dalam Islam pada umumnya.

“Kami sudah rapat dengan Bakorpakem, termasuk Polisi, Militer Komando Distrik, Kantor Departemen Agama, MUI, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Kami merumuskan kegiatan di sana. Kami mencari preventif (pembinaan) ke mereka, sehingga mereka kembali ke hukum yang tepat. Kami memutuskan, MUI akan turun pendekatan, “kata Donny Setiawan.

Donny mengatakan MUI mendukung tugas-tugas ini karena aliran kepercayaan yang dianut mengenai keyakinan jelas dalam Islam, sehingga MUI sebagai lembaga resmi Islam di Indonesia dianggap lebih tepat untuk turun dan memberikan wawasan.

“Ini masalah kepercayaan. Ahli di MUI. Tentu saja kami sedang menunggu rekomendasi dari MUI tersebut. Jika mereka mengikuti saran ini, akan dibubarkan kelompoknya. Dengan demikian kasus baru selesai, karena kehadiran mereka tentu tidak dinilai lagi mengganggu urutan masyarakat, “kata Donny lagi.

Lebih Donny mengatakan, setelah pendekatan MUI dan kelompok saat ini masih bergeming dengan pendiriannya, maka hanya dapat melakukan tindakan represif atau penuntutan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu, Kepala Intelijen Kejari Solok Ulfan Yustian Alif menambahkan bahwa kemajuan kelompok masih terbatas dalam keluarga dan tetangga. Namun, hal ini juga mungkin bahwa aliran dapat terus tumbuh di masyarakat dan harus diantisipasi dari awal.

“Nah, untuk itu kami terus menyaksikan ini meresahkan masyarakat. Kami masih menonton kelompok lain, tapi kami tidak bisa lay out hasil,” kata Ulfan.

Menurut Ulfan, salah satu guru dari kelompok-kelompok sekolah bernama Profesor dan berdomisili di Kota Padang. Oleh karena itu, juga akan berkoordinasi dengan Bakorpakem Padang.

“Ini hukum lintas sektor, kita harus berkoordinasi dengan Kota Padang. Untuk di Sumani ini, eksisnya baru sejak awal 2020, masih baru,” kata Ulfan lagi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Kabupaten (MUI) Elyunus Solok Indonesia Esmara menyampaikan, sudah pendalaman terkait kultus adalah di Sumani. Selain itu, MUI juga berkoordinasi dengan instansi lain seperti Muhammadiyah, NU, dan banyak lagi.

“Kelompok ini pertumbuhan baru. Jadi, pertemuan kami dan setuju MUI Bakorpakem terjun untuk melakukan investigasi terkait dengan aliran itu. Tuhan memberkati Anda sudah bertemu mereka difasilitasi KUA X Batur. Jadi tidak patut diduga lagi, tapi ada aliran yang dikembangkan di sana, “kata Elyunus.

Selanjutnya Elyunus menjelaskan, hal itu memang tumbuh aliran salah satu guru di Kota Padang dan beberapa dari luar daerah. Namun, tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait nama aliran, dan juga akan menghubungi para pemimpin sekte. Oleh karena itu, masih mendekati. (sumberhalopadang)